Akhlak yang Baik 1

Sewaktu masih ABG (anak baru gede), saya kira melek malam atau yang biasa dikenal juga dengan begadang itu keren, dan semua anak remaja harus melakukan hal itu. maklum, rasa ingin dianggap sebagai anak gaul dan beken, masih melekat di diri saya. Apa arti dari begadang? Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Begadang, kata begadang dapat merujuk pada kata verba yang berarti: berjaga tidak tidur sampai larut malam rasa senang, dan gembira.
Mengapa ada orang yang begadang?
Penyebab seseorang begadang adalah:
1. Terlalu sibuk bekerja
2. Insomnia ringan, atau keturunan. Jadi tidur sehari hanya 3-4 jam. Atau tidak bisa lebih dari 5 jam.
3. Kebutuhan, orang bisa begadang karena kepepet memenuhi kebutuhannya. Mungkin ketika siang harinya, dia tidak dapat memenuhi semua tugasnya, maka malam hari pun digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Poin ini bisa juga menjadi penjelas bagi poin pertama.
Jika kita mau bercanda, ada juga yang termasuk dikategorikan sebagai begadang yang baik, seperti:
1. Begadang dengan menghidupkan malam, seperti Tahajud, tadarus, dsb.
2. Begadang untuk mengurusi bayinya. Seorang ibu harus siap untuk bangun meskipun baru tidur 2 jam. Ini mutlak, dan mau tidak mau.
3. Begadang dalam pengertian produktif dan kreatif.
Apakah saya dapat mengatakan begadang baik/tidak? Sebelum menjawab pertanyaan ini, maka kita cari tahu terlebih dahulu sebenarnya apa saja efek dari begadang. Dalam situs http://www.lautanindonesia.com, saya temukan beberapa efek negatif dari begadang, yaitu:
1. Proses detoksifikasi tak akan berjalan sempurna. Karena saat kita tidur di malam hari, tubuh menjalankan fungsinya membuang racun secara alami.
2. Kerja hati dan empedu pun akan semakin berat.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna (disadur dari http://berbagisehat.com, dalam http://www.temanbaru.com).
Kemudian, apakah begadang merupakan hal yang dilarang agama atau tidak? Atau hal yang dianggap biasa-biasa saja? Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’anul karim:
•        •    
(Q.S an Nazi’at: 37-39)yang artinya: “ Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
Salah jika orang mempunyai prinsip: ingin mempunyai kehidupan duniawi yang sukses, sedangkan mengenai kehidupan akhiratnya, dikejar hanya jika ada waktu saja. Maukah anda sekalian menempati neraka? Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam ayat di atas “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” Memang, untuk sekarang ini, manusia seringkali mengukur kesukesan dengan takaran duniawi saja. Seperti sukses ketika menjadi juara umum di sekolahan, sukses ketika mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang besar, dsb. Astaghfirullahaladzim, sekali lagi dalam ayat tadi sudah disebutkan, kita tidak boleh ngoyo dalam mengejar kehidupan duniawi.
Dengan demikian, mereka yang tidak tidur (sedikit) di malam hari karena ingin menyelesaikan pekerjaan duniawinya, renungkanlah peringatan-peringatan Allah SWT yang mana telah disampaikan oleh para utusanNYA. Allah SWT akan murka kepada mereka yang ngoyo dalam memperjuangkan kehidupan duniawi. Karena, agama Islam menyuruh kita untuk berusaha agar kita mempunyai kehidupan akhirat yang bahagia.
Pun ada yang berkata: sedikit makan dan tidur bukanlah program sukses, lebih pada akibat semangat dalam menggapai tujuan. so, dengan demikian, Jangan terlalu sering begadang karena akan memberi dampak buruk bagi kesehatan.