INTROSPEKSI

Muhasabah secara bahasa berasal dari kata hasaba yuhasabu muhasabatan yang berarti hitung – menghitung. muhasabah secara istilah menghitung amal-amal kita, seperti sudah berapa banyak dosa yang telah kita perbuat, adakah amal wajib yang belum kita kerjakan, apa saja sunah – sunah nabi yang belum kita amalkan, dsb.

dalam bahasa Indonesia, muhasabah mungkin dapat diartikan dengan introspeksi diri. pasti anda sudah tidak asing dengan kata introspeksi diri. introspeksi berasal dari bahasa latin, yaitu introspectus. dapat diartikan partisip masa lalu, introspicere berarti melihat ke dalam, dari-+ specere intro untuk melihat – lebih dengan mata kita.

setelah saya copy-paste dari wikipedia, introspeksi adalah proses pengamatan terhadap diri sendiri dan pengungkapan pemikiran dalam yang disadari, dan keinginan. Proses tersebut berupa proses mental yang disadari dan biasanya dengan maksud tertentu dengan berlandaskan pada pikiran dan perasaannya.

Introspeksi mepunyai arti yang sama dengan refleksi diri.

Psikologi kognitif menerima penggunaan metode ilmiah, tetapi menolak introspeksi sebagai metoda yang valid untuk penelitian berdasar alasan tersebut. Di sisi lain, introspeksi dapat dianggap sebagai alat yang valid untuk mengembangkan hipotesis ilmiah dan model teoretis, khususnya dalam ilmu dan rekayasa kognitif.

Mari kita sibukan diri kita dengan mengingat-ngingat kembali apa saja dosa-dosa yang telah kita perbuat, sedapatnya yang dapat kita ingat, karena Allah SWT pun tidak pernah berkehendak untuk menyulitkan hambaNYA. wallahu a’lam bis showab.

Jangan sampai diri kita disibukan dengan kesalahan orang lain, seperti di dalam pepatah: semut d seberang lautan tampak, gajah d pelupuk mata tak tampak. nau’dzubillahimindzalik.