Untuk Indonesiaku

Kita harus mencintai negara ini (Indonesia). Walaupun negara Indonesia sekarang (dan dari tahun-tahun kemarin juga) sedang terpuruk, selain itu juga mempunyai citra miring dalam pandangan masyarakat dunia, tetapi inilah tanah air kita, di sini kita lahir, hidup, ini juga bumi yang pertama kali tersentuh oleh syaraf kulit kita. Padahal, tahu-kah anda? Sedari dulu sebenarnya negara Indonesia terkenal dengan sifat penduduknya yang ramah-ramah, pada masa kerajaan-kerajaan nusantara pun kekayaan rempah-rempah negeri ini begitu tersohornya sampai ke ujung dunia (mungkin🙂 ).

Oleh karena itu, kita jangan patah semangat karena keterpurukan yang mendera. Ada seorang teman saya yang cinta sekali dengan negara ini (Indonesia). Dia dulu sempat mendaftar menjadi ABRI, namun tidak diterima. Alasannya mengapa ingin masuk ABRI juga karena ingin membela negara ini. Pantas saja ia selalu menyanyikan lagu-lagu perjuangan, tak henti–hentinya. Tadi nya juga saya terherman herman kenapa sih dia sebegitu cintanya dengan ‘tentara’. Dia pun berkata, “pekerjaan yang paling bener-bener itu ya tentara, apalah arti bekerja jika kita tidak membela negara kita. jika kita sebagai tentara, kita akan bertempur, berjuang, membela bangsa ini. Itu lah sebenarnya hidup.”

Busyet!, ck ck ck, jadi seperti itu alasannya.

Mari, kita berjuang demi negara kita. Harumkan namanya, angkat perekonomiannya. Mari kita persembahkan prestasi-prestasi bagi negara ini. Negara kita bukanlah negara dengan penduduk yang bodoh-bodoh. Banyak putra putri bangsa yang berprestasi ketika diadu di ajang lomba internasional. Jeleknya negara Indonesia yaitu : ada manusia-manusia jahat. misalnya saja, beberapa yang dipercayai sebagai wakil rakyat malah mengkhianati rakyat. Atau orang yang diberi amanat memegang uang, eh, malah uang-nya dibelanjakan. hal seperti ini sih sudah jadi rahasia umum. Jika kerusakan-kerusakan ini terus terjadi yang sengsara adalah rakyat kecil. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab adalah mereka yang kabur ke negeri antah berantah dengan meninggalkan hutang yang bejibun yang ditanggung negaranya.terkadang, mereka yang pintar, mereka yang jenius, tidak dapat menikmati hidup enak di negaranya sendiri (Indonesia).

Kita dekatkan diri pada Allah, perbaiki akhlaq kita, perbanyak ibadah, dan dengan niat yang pasti (beserta tindakan yang sesuai) kita lakukan pembenahan diri.

Jadi teringat tentang kisah-kisah negeri di Al Qur’an yang telah dibinasakan oleh Allah SWT. Tidak lain dan tidak bukan karena penduduknya yang durhaka. Wa iyya’udzubillahimindzalik.

Negara Indonesia adalah negara yang kita cintai, lalu apa saja kah yang sudah kita berikan kepada negara Indonesia? Di saat negara kita ini sedang dalam keterpurukan, maka warganya jangan kabur ke luar negeri dan meninggalkan negara Indonesia dalam keadaan yang porak poranda. Namun, mari kita berjuang, karena manusia memang perlu, – dan harus berjuang. Tidak apa-apa berjuang, bersusah-payah, mengapa? Karena dengan berjuang kita dapat mengetahui hakikat hidup. Hidup adalah perjuangan, seperti judul lagu dewa 19. Berjuang agar mengerti arti dari kenikmatan dan karunia Tuhan. Di balik perjuangan yang melelahkan dan terkadang malah menyakitkan, ada kemenangan besar. Memang perjuangan cenderung amat susah dan payah. Kita persembahkan prestasi-prestasi anak bangsa bagi negara kita ini. Kita harumkan nama Indonesia di kancah persaingan dunia internasional. Kita hijaukan tanahnya, jaga SDA nya, majukan teknologi-nya.

Di negara Indonesia hendaknya pekerjaan-pekerjaan dibantu menggunakan program-program komputer yang terus diperbarui. Karena program-program tersebut Keren-keren, dan juga memudahkan kerjaan.

Kemudian, mengenai agama, berikan pendidikan agama dengan baik kepada generasi-generasi penerus bangsa Indonesia. Berikan aqidah murni semenjak dini. Allah SWT telah berjanji akan memberi kemakmuran kepada bangsa yang taat kepada Nya. Akidah yang sudah tercampur (tidak murni) lah yang membuat tindakan-tindakan ibadah tidak karuan. Mana yang dianjurkan, dan mana yang dilaknat. Jika sumber pengetahuan pelaksanaan ibadah tidak benar, maka anak-anak pun bingung apakah sesuatu sunnah atau malah bid’ah. Hal seperti ini lah yang membuat Tuhan murka kepada hamba Nya, dan Dia menimpakan musibah-musibah kepada penduduk negeri tersebut. Dan sesungguhnya bencana-bencana yang ditimpakan kepada negara adalah tidak lain dan tidak bukan karena ada yang bermaksiat kepada Nya. Karena yang akan menanggung akibat adalah seluruh warga alias siapa saja yang menduduki daerah tersebut. Bahkan ada yang berkata bid’ah itu ada yang baik dan ada yang jelek. Padahal gak ada yang namanya bid’ah baik. Semua bid’ah adalah sesat. Kita tinjau dulu pengertian bid’ah. Bid’ah adalah mengada-ada dalam perkara agama. Jadi jika dalam teknologi maka tidak termasuk bid’ah yang sesat ini. Karena memang teknologi mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Banyak orang di indonesia yang masih melakukan sesembahan-sesembahan di kuburan, bagaimana Allah tidak murka terhadap bangsa indonesia? Karena sesungguhnya kesesatan-kesesatan itu pada awalnya dikarenakan karena ketidak-tahuan, namun pada akhirnya karena hati yang tidak mau menerima kebenaran-lah yang membuat para pelaku kesesatan-kesesatan agama tidak mau meninggalkan kufarat-kufarat tersebut. Apa yang sebenarnya sunah, dianggap aneh. Apa yang tidak pernah diajarkan dan tidak dianjurkan oleh nabi untuk melaksanakannya malah dikerjakan dan dikira ibadah. Ketumpang tindihan ini membuat para pemeluk islam memeluk agamanya tidak semurni susu.

Memang sangat riskan kita sebagai umat nabi Muhammad SAW yang hidup berabad-berabad sesudah beliau. Sang utusan tuhan sudah tidak ada di dunia ini, orang yang dipercaya membawa ajaran agama yang otentik. Munculnya bid’ah pun karena sang pembawa misi sudah meninggal dunia, namun alangkah sholehnya hamba Allah yang mau mempelajari agama ini dengan hati-hati. Bukankah Dia telah meninggalkan pedoman bagi makhluknya; Al quran dan As sunnah. Barangsiapa yang berpegang teguh pada dua hal berikut ini maka Allah akan menjaganya. Untuk menghindari dari kesesatan-kesesatan agama maka perlu dipelajari agama yang murni. Yang langsung dari ulama-ulama yang mempunyai pemikiran yang lurus. Para musyrikin sangat gencar dan tidak segan-segan mencari kelemahan umat islam. Menyusup, dan melencengkan pengajaran agama. Orang-orang yang melakukan bid’ah berkata: semua itu niatnya baik. Betapa banyak niat baik yang mengakibatkan kerusakan?( Karena tidak didukung oleh amal yang baik

Kita hidup bukan hanya di dunia saja, namun kehidupan yang sesungguhnya adalah di alam akhirat. Maka alangkah baiknya (dan memang sudah seharusnya) jika kita memikirkan kehidupan akhirat juga. Lalu sesungguhnya bekal-bekal apa saja yang harus kita siapkan?

Banyak ahli-ahli ekonomi di negara Indonesia, namun mengapa perekonomian negara Indonesia tidak mengalami perkembangan yang cukup besar?