<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>J4smine&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://j4smine02syadza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com</link>
	<description>Latihan, juga tempat aku mencurahkan ide-ku</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 04:35:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='j4smine02syadza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4509cc3d40f93c81312321c51dd18876?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>J4smine&#039;s Weblog</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://j4smine02syadza.wordpress.com/osd.xml" title="J4smine&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://j4smine02syadza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Akhlaq yang Baik 2</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2012/01/29/akhlaq-yang-baik-2/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2012/01/29/akhlaq-yang-baik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 04:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta yang positif]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya antara akhlak dengan ‘aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Ini karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=221&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya antara akhlak dengan ‘aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Ini karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.”</p>
<p>Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula:</p>
<p>“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majlisnya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya…” (6)</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Syurga, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:</p>
<p>“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Dan ketika ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Neraka, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Lidah dan kemaluan.” (7)</p>
<p>Ahlus Sunnah juga memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, menganjurkan untuk bersilaturrahim, serta berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan Ibnu Sabil. (8) Mereka (Ahlus Sunnah) melarang daripada berbuat sombong, angkuh, dan zhalim. (9) Mereka memerintahkan untuk berakhlak yang mulia dan melarang daripada akhlak yang hina.</p>
<p>Akhlak yang mulia dapat menambah umur dan menjadikan rumah makmur, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>“… Akhlak yang baik dan bertetangga yang baik keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur.” (12)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sebutkan dalam firman-Nya:</p>
<p>“Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” (Al-Qalam : 4)</p>
<p>Hal ini sesuai dengan penuturan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:</p>
<p>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (13)</p>
<p>Begitu pula para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum, mereka adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan demikian, di antara akhlak Salafush Shalih Radhiyallahu ‘anhum, yaitu:</p>
<p>1. Ikhlas dalam ilmu dan amal serta takut dari riya’.<br />
2. Jujur dalam segala hal dan menjauhkan dari sifat dusta.<br />
3. Bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah dan tidak khianat.<br />
4. Menjunjung tinggi hak-hak Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.<br />
5. Berusaha meninggalkan segala bentuk kemunafikan.<br />
6. Lembut hatinya, banyak mengingat mati dan akhirat serta takut terhadap akhir kehidupan yang jelek (su’ul khatimah).<br />
7. Banyak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, dan tidak berbicara yang sia-sia.<br />
8. Tawadhdhu’ (rendah hati) dan tidak sombong.<br />
9. Banyak bertaubat, beristighfar (mohon ampun) kepada Allah, baik siang maupun malam.<br />
10. Bersungguh-sungguh dalam bertaqwa dan tidak mengaku-ngaku sebagai orang yang bertaqwa, serta senantiasa takut kepada Allah.<br />
11. Sibuk dengan aib diri sendiri dan tidak sibuk dengan aib orang lain serta selalu menutupi aib orang lain.<br />
12. Senantiasa menjaga lisan mereka, tidak suka ghibah (tidak mengumpat sesama Muslim).<br />
13. Pemalu. (14)</p>
<p>14. Banyak memaafkan dan sabar kepada orang yang menyakitinya.</p>
<p>“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raaf: 199)</p>
<p>15. Banyak bershadaqah, dermawan, dan menolong orang-orang yang susah.<br />
16. Mendamaikan orang yang mempunyai sengketa.<br />
17. Tidak hasad (dengki, iri), tidak berburuk sangka sesama Mukmin.<br />
Itulah di antara akhlak Salafush Shalih, mereka adalah orang-orang yang mempunyai akhlak yang tinggi dan mulia serta dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang-orang yang mengikuti jejak mereka adalah orang-orang yang harus mempunyai akhlak yang mulia kerana akhlak mempunyai hubungan yang erat dengan ‘aqidah dan manhaj. Semoga kita diberikan taufiq oleh Allah Azza wa jalla dan diberikan kekuatan untuk dapat meneladani akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum.</p>
<p>[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]</p>
<p>Foot Note<br />
(1). Lihat QS. Al-Baqarah: 83, al-Isra’: 53, an-Nuur: 27, 28, 58, dan yang lainnya.<br />
(2). Lihat di antaranya dalam QS. an-Nisaa’: 31, al-Hujurat: 11.<br />
(3). HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Dishahih-kan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).<br />
(4). HR. At-Tirmidzi (no. 1162), Ahmad (II/250, 472), Ibnu Hibban (at-Ta’liqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban no. 4164). Lafazh awalnya diriwayatkan juga oleh Abu Dawud (no. 4682), al-Hakim (I/3), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”<br />
(5). HR. At-Tirmidzi (no. 2002) dan Ibnu Hibban (no. 1920, al-Mawaarid), dari Sahabat Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Lafazh ini milik at-Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 876).<br />
(6). HR. At-Tirmidzi (no. 2018), ia berkata: “Hadits hasan.” Hadits ini dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini ada beberapa syawahid (penguat), lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 791).<br />
(7). HR. At-Tirmidzi (no. 2004), al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 289), Sha-hiihul Adabil Mufrad (no. 222), Ibnu Majah (no. 4246), Ahmad (II/291, 392, 442), Ibnu Hibban (no. 476, at-Ta’liiqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban), al-Hakim (IV/324). At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu<br />
(8). Lihat QS. An-Nisaa’: 36.<br />
(9). Lihat QS. Al-Israa’: 37; al-A’raaf: 36, 40; al-Anfaal: 47; Luqman:18; dan lainnya.<br />
(10). HR. Al-Hakim (I/48), dari Sahabat Sahl bin Sa’ad z. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Sha-hiihah (no. 1378).<br />
(11). HR. Abu Dawud (no. 4798), Ibnu Hibban (no. 1927) dan al-Hakim (I/60) dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi.<br />
(12). HR. Ahmad (VI/159), dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha<br />
(13). HR. Al-Bukhari (no. 6203) dan Muslim (no. 2150, 2310) dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu<br />
(14). Malu adalah akhlak yang mulia, yang tumbuh untuk meninggalkan perkara-perkara yang jelek sehingga menghalangi dia dari perbuatan dosa dan maksiyat, serta mencegah dia dari melalaikan kewajipan memenuhi hak orang-orang yang mempunyai hak. Lihat al-Hayaa’ fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaadiits ash-Shahiihah oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilaly, cet. Maktabah Ibnul Jauzi, th. 1408 H.<br />
(15). HR. Ibnu Majah (no. 4181), Shahiih Ibni Majah (II/406 no. 3370), ath-Thabrani dalam Mu’jamush Shaghir (I/13-14, cet. Daarul Fikr), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 940).<br />
(16). HR. Al-Bukhari (no. 6117) dan Muslim (no. 37 (60)), dari Sahabat ‘Imran bin Husain Radhiyallahu ‘anhu<br />
(17). Diringkas dan disadur dari al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis Salafish Shaalih (hal. 200-206) dan Min Akhlaaqis Salaf oleh Ahmad Farid, cet. Daarul ‘Aqiidah lit Turaats, th. 1412 H</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=221&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2012/01/29/akhlaq-yang-baik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>she&#8217;s my mother</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/shes-my-mother/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/shes-my-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 09:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[wiseword]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta yang positif]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[I saw my mom, and she&#8217;s really my mother, whenever. Berikut saya hadirkan tulisan yang disadur dari website muslim.or.id Beberapa contoh kisah para salaf dalam birrul walidain: Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Ternyata perbuatan tersebut pun belum dapat membalas kebaikan ibunya meskipun sekadar satu erangan ketika melahirkannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=501&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I saw my mom, and she&#8217;s really my mother, whenever.</p>
<p>Berikut saya hadirkan tulisan yang disadur dari website muslim.or.id</p>
<p>Beberapa contoh kisah para salaf dalam <em>birrul<span id="more-501"></span> walidain</em>:</p>
<ol>
<li>Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Ternyata perbuatan tersebut pun belum dapat membalas kebaikan ibunya meskipun sekadar satu erangan ketika melahirkannya. &#8220;Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan” kata Ibnu Umar.<br />
(Diambil dari kitab al-Kabair, karya <!--more-->adz-Dzahabi)</li>
<li>Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang terkenal sangat berbakti kepada ibunya,sampai-sampai ada orang yang berkata kepadanya, “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu, akan tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu.” Beliau menjawab, “Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yang sudah dilirik oleh ibuku. Sehingga aku berarti mendurhakainya.” (Diambil dari kitab Uyunul Akhyar, karya Ibnu Qutaibah)</li>
<li>Abu Hurairah menempati sebuah rumah, sedangkan ibunya menempati rumah yang lain. Apabila Abu Hurairah ingin keluar rumah, maka beliau berdiri terlebih dahulu di depan pintu rumah ibunya seraya mengatakan, “Keselamatan untukmu, wahai ibuku, dan rahmat Allah serta barakahnya.” Ibunya menjawab, “Dan untukmu keselamatan wahai anakku, dan rahmat Allah serta barakahnya.”<br />
Abu Hurairah kemudian berkata, “Semoga Allah menyayangimu karena engkau telah mendidikku semasa aku kecil.” Ibunya pun menjawab, “Dan semoga Allah merahmatimu karena engkau telah berbakti kepadaku saat aku berusia lanjut.” Demikian pula yang dilakukan oleh Abu Hurairah ketika hendak memasuki rumah.” (Diambil dari kitab Adab al-Mufrad, karya Imam Bukhari)</li>
<li>Dari Anas bin Nadzr al-Asyja’i, beliau bercerita, suatu malam ibu dari sahabat Ibnu Mas’ud meminta air minum kepada anaknya. Setelah Ibnu Mas’ud datang membawa air minum, ternyata sang Ibu sudah ketiduran. Akhirnya Ibnu Mas’ud berdiri di dekat kepala ibunya sambil memegang wadah berisi air tersebut hingga pagi.” <!--more-->(Diambil dari kitab Birrul walidain, karya Ibnu Jauzi)</li>
<li>Sufyan bin Uyainah mengatakan, “Ada seorang yang pulang dari bepergian, dia sampai di rumahnya bertepatan dengan ibunya berdiri mengerjakan shalat. Orang tersebut enggan duduk padahal ibunya<br />
berdiri. Mengetahui hal tersebut sang ibu lantas memanjangkan shalatnya, agar makin besar pahala yang didapatkan anaknya. (Diambil dari Birrul walidain, karya Ibnu Jauzi)</li>
<li>Haiwah binti Syuraih adalah seorang ulama besar, suatu hari ketika beliau sedang mengajar, ibunya memanggil. “Hai Haiwah, berdirilah! Berilah makan ayam-ayam dengan gandum.” Mendengar panggilan ibunya beliau lantas berdiri dan meninggalkan pengajiannya. (Diambil dari al-Birr wasilah, karya Ibnu Jauzi)</li>
<li>Kahmas bin al-Hasan at-Tamimi melihat seekor kalajengking berada dalam rumahnya, beliau lantas ingin membunuh atau menangkapnya. Ternyata beliau kalah cepat, kalajengking tersebut sudah<br />
masuk ke dalam liangnya. Beliau lantas memasukkan tangannya ke dalam liang untuk menangkap kalajengking tersebut. Beliaupun tersengat kalajengking. Melihat tindakan seperti itu ada orang yang berkomentar, “Apa yang kau maksudkan dengan tindakan seperti itu.” Beliau mengatakan, “Aku khawatir kalau kalajengking tersebut keluar dari liangnya lalu menyengat ibuku.”<br />
(Diambil dari kitab Nuhzatul Fudhala’)</li>
<li>Muhammad bin Sirin mengatakan, di masa pemerintahan Ustman bin Affan, harga sebuah pohon kurma mencapai seribu dirham. Meskipun demikian, Usamah bin Zaid membeli sebatang pohon kurma lalu memotong dan mengambil jamarnya. (bagian batang kurma yang berwarna putih yang berada di jantung pohon kurma). Jamar tersebut lantas beliau suguhkan kepada ibunya. Melihat tindakan Usamah bin Zaid, banyak orang berkata kepadanya, “Mengapa engkau berbuat demikian, padahal engkau mengetahui bahwa harga satu pohon kurma itu seribu dirham.” Beliau menjawab, “Karena ibuku meminta jamar pohon kurma, dan tidaklah ibuku meminta sesuatu kepadaku yang bisa ku berikan pasti ku berikan.” (Diambil dari Shifatush Shafwah)</li>
<li>Hafshah binti Sirin mengatakan, “Ibu dari Muhammad bin Sirin sangat suka celupan warna untuk kain. Jika Muhammad bin Sirin memberikan kain untuk ibunya, maka beliau belikan kain yang paling halus. Jika hari raya tiba, Muhammad bin Sirin mencelupkan pewarna kain untuk ibunya.<br />
Aku tidak pernah melihat Muhamad bin Sirin bersuara keras di hadapan ibunya. Apabila beliau berkata-kata dengan ibunya, maka beliau seperti seorang yang berbisik-bisik. (Diambil dari Siyar A’lam an-Nubala’, karya adz-Dzahabi).</li>
<li>Ibnu Aun mengatakan, “Suatu ketika ada seorang menemui Muhammad bin Sirin pada saat beliau sedang berada di dekat ibunya. Setelah keluar rumah beliau bertanya kepada para sahabat Muhammad bin Sirin, “Ada apa dengan Muhammad, apakah dia mengadukan suatu hal? Para sahabat<br />
Muhammad bin Sirin mengatakan, “Tidak. Akan tetapi memang demikianlah keadaannya jika berada di dekat ibunya.” (Diambil dari Siyar A’lamin Nubala’, karya adz-Dzahabi)</li>
<li>Humaid mengatakan, tatkala Ibu dari Iyas bin Muawiyah meninggal dunia, Iyas menangis, ada yang bertanya kepada beliau, “Mengapa engkau menangis?” Beliau menjawab, “Aku memiliki dua buah pintu yang terbuka untuk menuju surga dan sekarang salah satu pintu tersebut sudah tertutup.” (Dari kitab Bir wasilah, karya Ibnul Jauzi)</li>
<li>Kisah Uwais al-Qorni. Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir”, sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerahQorn?”, “Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu.” Khalifah Umar mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Uwais bin Amir akan datang bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit<br />
belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia memiliki seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepada ibunya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kepada Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun untuk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar<br />
bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “Berada di tengah-tengah banyak orang sehingga tidak dikenal itu lebih ku sukai.” (HR. Muslim)</li>
</ol>
<p>MasyaAllah, Subhanallah, sedemikian berbaktinya para salaf as shaleh terhadap ibunya. Hmm, apakah saya sudah dapat mencontoh mereka, demikian pula menjalankan hadist Nabi Muhammad SAW dalam berbakti kepada orangtua khususnya ibu?</p>
<p>Yuk mari kita berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan hadist tersebut. Wallahu musta&#8217;an</p>
<p>Penulis: Ustadz Aris Munandar<br />
Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar<br />
Artikel <a href="http://www.muslim.or.id" rel="nofollow">http://www.muslim.or.id</a></p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=501&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/shes-my-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surga tuh g kelihatan sih, jadinya hanya sedikit saja orang yang tertarik!</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/surga-tuh-g-kelihatan-sih-jadinya-hanya-sedikit-saja-orang-yang-tertarik/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/surga-tuh-g-kelihatan-sih-jadinya-hanya-sedikit-saja-orang-yang-tertarik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 07:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[selalu saja orang berfikir bahwa orang yang sukses adalah yang NEMnya tinggi, yang bisa masuk universitas negeri terkenal, yang kaya raya, dsb. padahal, apakah ketika nanti di alam akhirat, kamu akan ditanya &#8216;apakah kamu dulu alumnus universitas bla bla bla&#8217; atau &#8216;apakah dengan menjadi alumnus universitas bla bla bla akan menjamin kamu masuk surga?&#8217; tidaklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=499&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>selalu saja orang berfikir bahwa orang yang sukses adalah yang NEMnya tinggi, yang bisa masuk universitas negeri terkenal, yang kaya raya, dsb. padahal, apakah ketika nanti di alam akhirat, kamu akan ditanya &#8216;apakah kamu dulu alumnus universitas bla bla bla&#8217; atau &#8216;apakah dengan menjadi alumnus universitas bla bla bla akan menjamin kamu masuk surga?&#8217; tidaklah demikian.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=499&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/06/04/surga-tuh-g-kelihatan-sih-jadinya-hanya-sedikit-saja-orang-yang-tertarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gambar-gambar tarung derajat</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/22/gambar-gambar-tarung-derajat/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/22/gambar-gambar-tarung-derajat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 16:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[a Kalo agan-agan mau lihat gambar/logo Tarung Derajat, nih ta&#8217; hadirin: &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; 2. &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; 3. &#160; &#160; &#160; &#160; Next pic nyambung nanti ya&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=436&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>a</p>
<p>Kalo agan-agan mau lihat gambar/logo Tarung Derajat, nih ta&#8217; hadirin:</p>
<ol>
<li>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="31" height="0"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td bgcolor="white" width="176" height="331">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="312" height="233">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>2.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="312" height="171">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>3.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Next pic</em> nyambung nanti ya&#8230;</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=436&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/22/gambar-gambar-tarung-derajat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tarung Derajat</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/20/tarung-derajat/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/20/tarung-derajat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 08:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ad/art kodrat 1994]]></category>
		<category><![CDATA[inge annisa fitri]]></category>
		<category><![CDATA[sk sang guru tarungderajat no.16/kep gutama/std/xii/1991]]></category>
		<category><![CDATA[surat keputusan keluarga olahraga tarung derajat masuk koni tahun 1998]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[A. Latar Belakang Munculnya beladiri Tarung Derajat Tarung Derajat lahir dari pengalaman hidup yang pernah dilakoni oleh pemuda asli Bandung yang bernama Ahmad Drajat. Sekitar tahun 1968 hingga tahun 1970-an, dia sering terlibat aksi kekerasan fisik, penganiayaan, dan perkelahian (AD/ART Kodrat: 1994). Terlibatnya ia dalam berbagai perkelahian tersebut bukan karena keingingan dari dirinya sendiri, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=427&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">A. Latar Belakang Munculnya beladiri Tarung Derajat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tarung Derajat lahir dari pengalaman hidup yang pernah dilakoni oleh pemuda asli Bandung yang bernama Ahmad Drajat. Sekitar tahun 1968 hingga tahun 1970-an, dia sering terlibat aksi kekerasan fisik, penganiayaan, dan perkelahian (AD/ART Kodrat: 1994). Terlibatnya ia dalam berbagai perkelahian tersebut bukan karena keingingan dari dirinya sendiri, namun karena terpaksa untuk melawan preman-preman yang memang kerap kali mengganggunya. Ia selalu menang ketika berkelahi, padahal dilihat dari postur tubuhnya, tidak meyakinkan untuk memperoleh kemenangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kemenangan yang diperolehnya membuat banyak preman tidak suka dengannya, dan mereka berencana untuk menghabisinya. Akhirnya mereka berhasil merealisasikan rencana tersebut, yaitu berhasil mengeroyoknya. Ahmad Drajat kewalahan menghadapi preman yang sedemikian banyaknya. Sehingga ia pun babak belur menjadi bulan-bulanan para preman tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Semenjak peristiwa pahit itu, dia mulai merenung, berpikir bagaimana cara untuk menghentikan aksi jahat para preman tersebut. Satu pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya adalah, <span id="more-427"></span>“jenis beladiri apa yang bisa mengangkat kehormatan saya supaya tidak dihina dan disakiti orang?”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Selain itu, ia juga membuat siasat, mengasah kemampuan, dan mempelajari berbagai jenis beladiri. Dia selalu berlatih agar mendapatkan hasil yang maksimal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Setelah merasa matang dengan ilmu barunya, ia pun ingin segera menerapkannya kepada orang-orang yang mencoba memeras atau membuat masalah kepadanya. Siapa lagi kalau bukan para brandal tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ia pun bertarung dengan mereka, dan sekali lagi kemenangan berpihak kepadanya. Berita kemenangan tersebut tersiar kemana-mana, dan membuat orang-orang berdecak kagum. Semenjak saat itu-lah Ahmad Drajat dijuluki Aa Boxer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Masyarakat juga berkeinginan untuk menimba ilmu beladiri darinya. Mereka selalu mendesak Aa agar mengajarkan ilmu yang ia miliki. Namun desakan ini membuat Aa Boxer bingung, tak tahu apa yang harus diajarkan, karena ia merasa tidak memiliki apa-apa. Namun demikian, ia pun melayani permintaan mereka; mengajarkan apa yang tidak disadarinya telah dimilikinya. Metode yang diterapkannya adalah metode serang bebas. Yaitu, ia membebaskan/menyuruh orang-orang yang belajar kepadanya menyerangnya ramai-ramai. Kemudian ia membalas mereka. Begitulah praktek yang diajarkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dari pengalaman praktek mengajar tersebut, ia menerima berbagai masukan dari teman-teman agar menata dan mensistematiskan jurus-jurus yang telah diciptakannya agar menemukan bentuk-bentuk gerakan baku untuk dijadikan fungsi beladiri yang dinamis, praktis dan efektif. Di samping itu juga ia juga disarankan agar mensinergiskan unsur filosofis, kultural, kesehatan, olahraga, dan sosiologis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Karena ia mengajari mereka, Aa Boxer pun mendapat julukan baru, yaitu “sang guru”. Seluruh anggota Tarung Derajat juga memanggil Ahmad Drajat dengan panggilan sang guru, karena ia-lah guru yang mengenalkan dan mengajarkan gerakan Tarung Derajat kepada masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tahun demi tahun, semakin banyak masyarakat yang ingin belajar Tarung Derajat. Maka, pada tanggal <strong>18 Juli 1972</strong>, Sang Guru memproklamasikan berdirinya aliran beladiri AA-BOXER. Perguruan pusat tersebut bernama Perguruan Kawah Tarung Drajat. Pada perguruan pusat inilah Tarung Drajat dikembangkan, baik dari segi ilmu maupun dari segi lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dalam setiap organisasi, pasti ada pasang surutnya. Demikian pula yang dialami klub beladiri AA-BOXER. Lima tahun sejak perguruan berdiri (1972 sampai 1978), organisasi AA-BOXER agak mengalami stagnasi. Menyadari hal itu, sang guru pun mengadakan penelitian dan pengembangan. Ia menata ulang dasar teknik dan meramu seni gerak dari jurus Boxer yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dia mendapat ilham dari sebuah buku tentang ilmu hayat. Di dalam buku tersebut, disebutkan mengenai fungsi dan anatomi tubuh manusia mana saja yang bisa dilatih agar menjadi untuk memukul dan menendang, serta bagian mana yang lemah. Dari situ pula dia dapat menemukan teknik jurus yang dapat mengoptimalkan kekuatan pukulan. Ia pun menggabungkan lima unsur yakni: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Lima unsur ini juga yang kelak menjadi ciri khas utama Boxer (AD/ART KODRAT, 1994).</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kemudian pada tahun 1983 sang guru pun mematenkan lambang Boxer. Selain itu, ia juga menerapkan sebuah motto yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takluk” Pesan ini selalu ditekankan kepada anak didik yang menekuni Tarung Derajat yang diformulasikan pada setiap latihan dilakukan. Motto lainnya yaitu “Kesatria Pejuang dan Pejuang Kesatria”. Semua kemampuan (otot, otak, dan nurani) diaplikasikan dalam urutan materi latihan yang sudah disusun berdasarkan “kurikulum” formalitas beladiri Tarung Derajat dan materi latihan disesuaikan dengan tingkatan/Kurata (kuat, berani, dan tangkas) –SK Sang Guru Tarung Derajat no. 16/KEP GUTAMA/STD/XII/1991. Perkembangan Tarung Derajat dari tahun 1981 s/d 1983 agak mengalami stagnasi. Pada kurun waktu ini, peminat Tarung Derajat berkurang, padahal kurikulum dan materi latihan sudah disesuaikan dengan tuntutan tingkatan. Dari tantangan tersebut Sang Guru lebih banyak belajar lagi. Ilmu-ilmu beladiri lain, ia jadikan sebagai bahan bandingan, kemudian diuji, sebelum akhirnya olahraga Tarung Derajat dijadikan olahraga prestasi dan dipertandingkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">B. Tarung Derajat Menuju Olahraga Prestasi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Selain kurun waktu tersebut, ternyata untuk selanjutnya yaitu tahun 1984 sampai 1988, jumlah peminat dan pencita Tarung Derajat juga belum mengalami peningkatan. Ahmad Drajat pun banyak mendapat tantangan dan juga kritikan dari masyarakat. Di antara mereka ada yang berkata “kalau mau jadi jagoan, jangan cuma di jalanan, cobalah buat kejuaraan/pertandingan yang bisa melihat kemampuan beladiri Boxer pada suatu arena (matras/<em>reng</em>)”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dari kritikan inilah Ahmad Drajat mencoba menata struktur organisasi dari perkumpulan Satuan Latihan (Satlat) yang ada di Kota Bandung dan daerah sekitarnya. Tekad pertamanya adalah mewujudkan agar Tarung Derajat bisa dipertandingkan dengan cabang beladiri lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Membentuk olahraga prestasi yang dibuktikan melalui pertandingan, tidak semudah yang dibayangkan oleh masyarakat pada umumnya. Untuk mewujudkannya haruslah ada kaidah-kaidah, ketentuan-ketentuan, dan peraturan yang baku untuk diterapkan dalam sebuah parameter keolahragaan. Oleh karena itu, maka dirancanglah teknik-teknik khas Tarung Derajat untuk dipertandingkan, seperti:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">1. Merancang sarana untuk pertandingan; arena tarung, pakaian tanding, dan alat-alat yang digunakan oleh tenaga pelaksana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">2. Mencetak para wasit-juri yang akan menjalankan ketentuan-ketentuan dan peraturan pertandingan.<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">3. Mengkondisikan agar pertandingan ramai disaksikan oleh penonton.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Akhirnya pada tahun 1988 diadakanlah kejuaraan Tarung Derajat yang bernama </span> <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">“Tarung Bebas AA-BOXER CUP”</span> <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">untuk pertama kalinya di Kota Bandung. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Semenjak itulah beladiri ini semakin dikenal oleh masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kejuaraan pertama ini menerapkan beberapa faktor teknis yang berkembang secara alamiah. Yaitu “menyerang untuk menang”. Perolehan nilai atau poin untuk pemenang dalam pertarungan ini dinilai dengan seberapa bisa petarung  mengenai lawannya atau dengan kata lain penilaian berdasarkan pada perkenaan langsung (<em>full body contact</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sementara, dasar penerapan teknik bertanding sendiri menerapkan lima unsur beladiri, yaitu memukul, menendang, menangkis, membanting dan mengelak. Sedangkan pembentukan mental yang membaja petarung menerapkan lima kunci unsur kemampuan, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan (Sang Guru dalam GO, 1996).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sebelum petarung diterjunkan ke arena kejuaraan, mereka dibekali dengan kualitas teknik yang sama dan memiliki sertifikasi petarung minimal tingkatan Kurata IV. Kemudian mengenai kualifikasi berat badan, dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kelas ringan (49 kg ke bawah) sampai kelas bebas (65 kg ke atas).</span> <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sistem pengenaan langsung juga merupakan ciri khas utama olahraga Tarung Derajat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sukses pelaksaan kejuaraan yang pertama, kemudian di tahun 1991 digelar kejuaraan Tarung Bebas AA-BOXER Cup II. Kemudian selanjutnya berturut-turut sampai tahun 1996 Tarung Derajat sudah mengadakan kejuaraan Piala AA-BOXER lima kali. Harapan Perguruan Tarung Derajat untuk masuk menjadi anggota KONI Pusat hampir terbuka lebar, karena Tarung Derajat sudah memenuhi persyaratan yang ada, yaitu sudah lima kali mengadakan kejuaran yang berskala Nasional. Namun demikian, untuk memperoleh pengakuan secara resmi masih perlu menata teknis dan cirikhas yang dimiliki Tarung Derajat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tekad yang kuat untuk menjalankan organisasi mulai terwadahi dari terbentuknya Kepengurusan Pusat Tarung Derajat Periode 1991-1994 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Brigjend. TNI. HMA. Sampoerna. Waktu pertama kali mengadakan musyawarah Nasional keanggotan daerah pada tahun 1992,  Tarung Derajat baru mencapai 10 wilayah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, maka organisasi Tarung Derajat pun pada tahun 1994 sudah memasyarakat sampai pada 15 propinsi di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Daerah yang dimaksud adalah: Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, Bali, NTB, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat (data ST, No. Istimewa/PB/VI/1994).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kelayakan perkembangan bidang organisasi yang diminta oleh KONI Pusat sudah adalah keharusan keeksisan organisasi yang mencapai 10 daerah. Malah, Tarung Derajat waktu itu sudah melebihi target yang diminta, yaitu sudah mencapai 15 daerah. Namun demikian, dari segi bidang pengembangan dan penelitian teknis masih banyak yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi cabang olahraga keanggotaan KONI Pusat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Indra Jati Sidi, yang waktu itu menjadi Litbang KONI Pusat menyebutkan “Kalau boxer sudah masuk KONI Pusat dan dipertandingkan di PON atau tempat yang lebih tinggi lagi, perlu dipertimbangkan penggunaan alat pelindung (<em>body protector</em>). Sementara selama ini, body protector tidak ada dalam tradisi Boxer (Tabloit GO, 1996). Kemudian masalah nama cabang olahraga “Boxer” yang kesannya diadopsi dari cabang <em>Boxing</em>/tinju, <em>kick boxing</em> ala Amerika dan Thai-<em>Boxing</em> ala Thailand.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Menanggapi hal yang demikian, maka Sang Guru, sebagai pemimpin Perguruan Tarung Derajat, masih bertahan dengan tradisi dan ciri khas yang ada, yaitu tetap tidak menggunakan alat pelindung. Ia mengatakan, “kalau pakai alat pelindung tubuh, boxer akan kehilangan ciri khasnya. Sepanjang sejarah boxer, belum ada petarung yang cacat tubuh, apalagi sampai meninggal karena adu pukul dan tendangan. Soal tetesan darah atau patah tangan itu biasa”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dengan demikian, Tarung Derajat secara teknis masih terkendala untuk memenuhi syarat-syarat yang diminta KONI Pusat. Namun Sang Guru waktu itu, masih punya alternatif, yaitu: (1) tetap mempertahankan ciri khas Boxer, yaitu<!--more--> pertarungan bebas tanpa pembedaan kelas dan tanpa alat pelindung khusus untuk nomor tradisional; (2) khusus untuk konsumsi KONI atau PON kelak, Boxer memakai alat pelindung badan/wajah (Bola, Agustus 1996). Sedangkan mengenai nama organisasi, Tarung Derajat tidak berkeberatan untuk mengganti nama. Dengan demikian, nama “Boxer” pun berubah menjadi Keluarga Olaharaga Beladiri Tarung Derajat yang disingkat KODRAT.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Untuk meluluskan persyaratan resmi jadi anggota KONI Pusat, maka bidang pertandingan dan bidang teknik PB KODRAT bersama Sang Guru  dan anggota Raparnas pada tanggal 9 Agustus 1996 mencari solusi yang terbaik, demi tercapainya cita-cita agar Tarung Derajat diakui dan disejajarkan dengan cabang olahraga lainnya di Indonesia maupun di luar Negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Namun kemudian </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">pada akhirnya Tarung Derajat akhirnya memakai pelindung (<em>Body Protector</em>) ketika bertarung. Karena, syarat yang satu ini oleh KONI Pusat tidak boleh diganggu gugat. Dengan demikian, tepat pada tanggal 6 Januari 1997, KONI Pusat pun menerima Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) sebagai anggota Biasa KONI Pusat, nomor: 06/RA/1997.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">C. Eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XV-2000</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Setelah Tarung Derajat resmi diterima KONI Pusat sebagai anggota ke-53, maka secara organisasi, pembenahan semua bidang harus terus ditingkatkan. Untuk konsolidasi organisasi, maka pada tanggal 12-13 April 1997 untuk pertama kalinya, diadakanlah Musyawarah Nasional Ke I KODRAT. Seiring dengan kegiatan ini, juga dilaksanakan Pelatihan Pelatih dan wasit-juri Nasional yang bertujuan untuk penyetaraan teknik guna mengantisipasi kekurangan pelatih dan menambah jumlah wasit-juri di seluruh daerah di Indonesia. Dari kegiatan munas tersebut, melahirkan berbagai konsep untuk pengembangan Tarung Derajat termasuk merancang program uji-coba kejurnas I yang bentuknya sudah mendekati pelaksanan Multi Evan seperti PON yang sudah bisa mengakomodir rekomondasi dan petunjuk KONI Pusat terutama menerapkan alat pelindung pada bagian yang vital untuk keselamatan petarung secara ilmu kesehatan olahraga (<em>sport medicine</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tepat pada tanggal 5-6 Juli 1998, diadakanlah Kejurnas I Tarung Derajat di Kota Bandung. Banyak memang perubahan yang diterapkan secara teknis maupun non-teknis. Secara teknis misalnya, nomor/kelas yang dipertandingkan sekarang sebanyak tujuh kelas, padahal sebelumnya hanya lima kelas. Sedangkan perubahan non-teknis misalnya, dari setiap daerah hanya boleh mengikut sertakan satu petarung untuk satu kelas pertandingan yang mana sebelumnya setiap daerah boleh mengikut sertakan atletnya lebih dari satu kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perbedaan yang diterapkan pada kejurnas pertama, menampakan perkembangan pembinaan olahraga prestasi berkembang. Sebelum resmi menjadi anggota KONI Pusat, pembinaan olahraga Tarung Derajat terkesan hanya berkembang di Kota Bandung-Jawa Barat saja. Jadi menerapkan distribusi, prinsip hak sama, maka pada kejurnas I prestasi Cabang Olahraga Tarung Derajat sudah hampir merata di setiap daerah. Dalam Kejurnas I, Tarung Derajat berhasil meraih tujuh medali emas yang diperebutkan Jawa Barat meraih (4 emas, 1 perunggu), Sumbar (2 emas, 2 perak, 1 perunggu), dan NTB (1 emas).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Berdasarkan hasil evaluasi Kejurnas I yang dikemukakan oleh Ketua umum PB KODRAT periode 1997-2000 yaitu Letjen TNI (Purn) Serya Subrata (PR, 1998, menyebutkan hasil Musyawarah kerja Nasional dan kejurnas I tarung bebas telah menghasilkan berbagai tugas yang menuntut penanganan baik dalam pembinaan organisasi maupun pembinaan prestasi. Dengan demikian, berdasarkan kenyataan itu pula KONI Pusat memutuskan Tarung Derajat diikutsertakan pada PON XV-2000 Surabaya Jawa Timur sebagai cabang olahraga Eksibisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pertandingan PON XV-2000 Surabaya adalah akumulasi dari semua perbaikan yang dilakukan dari semua bidang yang ada pada PB KODRAT. Nomor/kelas yang diperebutkan pada PON XV yakni 9 kelas dengan 36 medali (9 emas, 9 perak, 18 perunggu). PON XV juga  tercatat sebagai pertandingan yang sukses penyelenggaraannya. Selain itu, dalam  PON XV Tarung Derajat juga dinilai berdisiplin tinggi. Hal itulah yang menjadikan Tarung Derajat dapat berkembang dan menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">A.</span><span style="font-size:7pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">    </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">B.</span><span style="font-size:7pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">    </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">C.</span><span style="font-size:7pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;">    </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;display:none;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">D.</span><span style="font-size:7pt;font-family:'Times New Roman',serif;">    </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Resmi Mengikuti Kejuaraan Multi Event PON XVI-2004 Palembang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Melalui masa yang panjang dan keterujian, Tarung Derajat yang menempatkan dirinya menjadi yang terbaik untuk membangun bangsa dalam dunia olahraga. Maka akhirnya Tarung Derajat tercatat dalam sejarah olahraga beladiri di Indonesia menjadi cabang resmi olahraga prestasi KONI Pusat yang pertama resmi dipertandingkan pada multi event PON XVI-2004 Palembang. Sekarang Tarung Derajat boleh bangga dengan perjuangannya. Namun usaha itu belum lengkap, karena yang mengenal keberadaan Tarung Drajat belum mencakup seluruh belahan dunia. Semboyan untuk membakar semangat Tarung Drajat agar lebih maju mendunia adalah “sekali Tarung Drajat eksis diakui KONI Pusat, selamanya tetap eksis ”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">E. Penutup</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dengan demikian, lahirnya ilmu beladiri yang bernama “Tarung Derajat” sebenarnya bersumber, dicari dan digali dari alam dengan segala aspek kehidupannya, kemudian diangkat ke permukaan sebagai hasil suatu pengalaman dan renungan hidup Sang Guru (Ahmad Dradjat).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Hasil pengalaman tersebut kemudian dicetak melalui perjuangan yang panjang, usaha dengan tekad yang keras, penganalisaan yang tajam, realistis untuk dipahami, dinamis dalam pergerakan, praktis dilaksanakan dan evektif untuk digunakan. Makna yang tercantum dalam pribadi mandiri BOXER dimanipestasikan dalam setiap insan masyarakat yang mengikuti kegiatan latihan Tarung Derajat. Merupakan keharusan dan perlu disadari bahwa Tarung Derajat adalah wadah menampung minat, menyalurkan bakat dan hobi masyarakat. Wadah itu dalam rangka membentuk watak dan karakter pribadi yang mencerminkan manusia yang memiliki: kejujuran, kesetiaan, keberanian moral, budi pekerti, kemandirian, kepribadian, patriotisme, mental baja, rendah hati, jiwa besar, sabar, pemikiran yang positif, dan tanggung-jawab (AD/ART Kodrat: 1994).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Selain itu, bela diri alamiah “Tarung Derajat murni hanya mengolah fisik saja”. Hal itu seperti yang ditegaskan Ahmad Drajat. Diakuinya, tidak ada unsur mistik yang digunakan untuk menambah kekuatan. Materi yang diberikan dalam beladiri ini hanyalah berlatih fisik secara rutin dengan suatu teknik yang sudah diramu dan disesuaikan dengan teknik beladiri ciptaannya, dengan tidak bertujuan untuk membentuk badan seperti atlet binaraga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Atas dasar penilaian kemampuan petarung yang memiliki indikasi kemampuan yang sama secara kualitas teknik, maka tidak ada dikenal istilah petarung unggulan. Semua petarung dianggap sama, tidak dipersoalkan ia dari tingkatan kurata IV (sabuk biru), kurata VI (sabuk merah), ataupun tingkatan Zat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Atas dasar itulah, penempatan lawan tanding ditentukan secara undian (acak), mereka mengenal lawan tanding hanya beberapa saat menjelang pertandingan akan dimulai. Pengalaman dan pengembangan kemajuan telah banyak menunjukkan, bahwa petarung berperingkat kurata IV atau V menaklukan petarung tingkat Zat. Untuk itu, keterujian petarung tergantung kematangan menerima materi latihan dari pelatih dan pengalaman seringnya mengikuti kejuaraan lokal dengan mitra tanding sebelum berlaga pada kejuaraan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Berlatih fisik untuk beladiri berarti juga berlatih napas, dan ini terjadi secara alamiah, tidak ada latihan pernapasan secara khusus. Memang dianjurkan kepada para anggotanya untuk selalu menyempatkan diri berlatih fisik dan teknik setiap hari selama 1 sampai 2 jam. Karena menurutnya untuk membentuk fisik menjadi kuat, memerlukan latihan yang keras, disiplin yang tinggi dan dilakukan terus-menerus, sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kekuatan dan percaya diri menjadi meningkat. Tarung Derajat memadukan lima unsur fungsi gerakan beladiri, seperti: memukul, menendang, menangkis, membanting dan mengelak. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kegiatan yang ada di dalam UKT(Ujian Kenaikan Tingkat) Tarung Drajat adalah sebagai berikut. Pertama2 para peserta UKT disuruh lari sebagai pemanasan, setelah itu baru diuji materi-materi yang sudah mereka pelajari. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Keunikan yang lain dari bela diri ini adalah dalam hal kostum/Seragam yang dikenakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ada perbedaan </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">kostum di setiap tingkatannya.</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pada sabuk PUTIH – HIJAU strip 2 (Kurata I&amp;III) mereka memakai baju lengan panjang.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pada sabuk BIRU – HITAM (Kurata IV ke atas) mereka mempunyai 2 pilihan yaitu baju lengan pendek atau baju lengan tanggung.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ketika seseorang sudah memegang predikat Kurata IV, maka sebenarnya dia dianjurkan mengenakan baju lengan pendek. Karena dia sudah memiliki ilmu yang banyak, demikian pula pengalaman yang sudah seharusnya diaplikasikan dalam sebuah kejuaraan Tarung Derajat. Dengan demikian, mereka wajib dan siap mengikuti tarung (<em>fighting</em>) di setiap saat. Oleh karena itu,<!--more--> mereka pun disebut “PETARUNG”.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sedangkan yang mengenakan baju lengan tanggung, mereka tidak mempunyai kewajiban seperti halnya para PETARUNG. Namun demikian, mereka harus wajib mengetahui teknik-teknik yang ada. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kurata terdiri dari tujuh tingkatan Kurata I s/d Kurata VII, yang terdiri dari PUTIH &gt; HIJAU &gt; HIJAU strip 2 &gt; BIRU &gt; BIRU strip 2 &gt; MERAH &gt;MERAH strip 2 &gt; HITAM. Tingkat lanjutan Kurata adalah tingkat “ZAT” yang ditandai memakai sabuk hitam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Di samping penatan teknik beladiri yang dipelajari secara khusus, Tarung Derajat kemudian juga dikemas melalui teknik bertarung yang diperlombakan atau yang mengarah kepada olahraga prestasi yang memakai peraturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh semua atlet/petarung. Dalam Tarung Derajat juga dikenal rangkaian gerak (Ranger) dan beladiri praktis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Selesai</span></p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=427&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/20/tarung-derajat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekedar Ikut2an</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/19/sekedar-ikut2an/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/19/sekedar-ikut2an/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 12:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[tau manhaj salaf? waktu aku d pondok, salaf diidentikan dengan orang-orang udik. namun salaf yang dimaksud di sini adalah manhaj generasi awal Islam; shahabat, tabi&#8217;in, dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in. maka, ketika aku untuk pertama kalinya mendengar kata salaf dalam keluargaku, aku tidak begitu respon dengannya. Astagfirullahaladzim. seiring berjalannya waktu, aku melihat manhaj salaf adalah manhaj yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=423&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tau manhaj salaf? waktu aku d pondok, salaf diidentikan dengan orang-orang udik. namun salaf yang dimaksud di sini adalah manhaj generasi awal Islam; shahabat, tabi&#8217;in, dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in.</p>
<p>maka, ketika aku untuk pertama kalinya mendengar kata salaf dalam keluargaku, aku tidak begitu respon dengannya. Astagfirullahaladzim.</p>
<p>seiring berjalannya waktu, aku melihat manhaj salaf adalah manhaj yang memang sudah seharusnya kita berjalan di atasnya. maka, aku pun mulai tertarik, dan ingin mengetahui lebih lanjut.</p>
<p>semakin dalam aku menyelami manhaj ini, aku semakin tidak ingin melepaskannya. namun, jika kalian tahu, pertama kalinya aku sekedar ikut-ikutan apa yang diyakini kakakku saja.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=423&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/19/sekedar-ikut2an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mumpung Mereka Masih Ada</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/07/mumpung-mereka-masih-ada/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/07/mumpung-mereka-masih-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 01:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[wiseword]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[ya Allah Tuhanku, aku berlindung dari perbuatan yang menyekutukanMu, aku pun berlindung dari berbuat durhaka kepada orangtuaku. saudara-saudaraku sekalian, apakah pernah terbersit dalam benak kalian, akan jadi apa kalian nanti jika kedua orangtuamu sudah meninggal? kepada siapa lagi kalian akan mengadukan permasalahan-permasalahan yang kalian hadapi? orangtua adalah sarana (wasiilah) bagi kita untuk bisa masuk surga. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=394&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://j4smine02syadza.files.wordpress.com/2011/04/images.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-397" title="images" src="http://j4smine02syadza.files.wordpress.com/2011/04/images.jpeg?w=632" alt="ini gambar air mata"   /></a>ya Allah Tuhanku, aku berlindung dari perbuatan yang menyekutukanMu, aku pun berlindung dari berbuat durhaka kepada orangtuaku.</p>
<p>saudara-saudaraku sekalian, apakah pernah terbersit dalam benak kalian, akan jadi apa kalian nanti jika kedua orangtuamu sudah meninggal?</p>
<p>kepada siapa lagi kalian akan mengadukan permasalahan-permasalahan yang kalian hadapi?</p>
<p>orangtua adalah sarana (wasiilah) bagi kita untuk bisa masuk surga. maka, ketika mereka masih ada, jangan sia-siakan mereka, rawat dan pergauli mereka dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>ya, mumpung mereka masih ada.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=394&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/07/mumpung-mereka-masih-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://j4smine02syadza.files.wordpress.com/2011/04/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Layang Gebang kabupaten Cirebon</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/03/hiiy-jalan-layang-gebang-cirebon-udh-jd/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/03/hiiy-jalan-layang-gebang-cirebon-udh-jd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 10:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Gebang]]></category>
		<category><![CDATA[Gebang's flyover]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/03/hiiy-jalan-layang-gebang-cirebon-udh-jd/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita-ku tentang jalan layang Gebang, kabupaten Cirebon. Perlu kalian ketahui, saya adalah alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2011. Namun saya sebenarnya berasal dari kota Tegal, Jawa Tengah. Karena saya berasal dari luar kota Cirebon, otomatis saya harus mencari tempat kost di Cirebon. Saya mulai kuliah di IAIN Cirebon pada pertengahan tahun 2006. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=392&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini adalah cerita-ku tentang jalan layang Gebang, kabupaten Cirebon.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu kalian ketahui, saya adalah <span id="more-392"></span>alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2011. Namun saya sebenarnya berasal dari kota Tegal, Jawa Tengah. Karena saya berasal dari luar kota Cirebon, otomatis saya harus mencari tempat kost di Cirebon.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mulai kuliah di IAIN Cirebon pada pertengahan tahun 2006.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang menjadi kendala saya dalam mengakses tempat kuliah dari daerah (kota) saya adalah masalah kend<!--more-->araan umum. Saya sangat benci sekali dengan kendaraan umum khususnya bus. Mungkin karena dulu saya gampang mabok di perjalanan, ditambah trauma oleh pengalaman jelek dalam menumpang bus ketika saya menjalani studi di sebuah pondok pesantren. Ingin rasanya perjalanan Tegal-Cirebon ataupun sebaliknya hanya dilalui sekejap mata saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini beberapa hal yang membuat saya tidak betah dalam menggunakan kendaraan umum yaitu; pertama, <!--more-->saya tidak bisa sesuka hati berangkat kapan saja. Terkadang saya sudah siap bahkan dari jam 6 pagi, namun harus menunggu kedatangan bus &#8216;tercinta&#8217; kurang lebih setengah jam lamanya. Subhanallah, benar-benar membuat saya ingin menangis!. Kedua, mungkin karena bus yang saya tumpangi adalah bus kelas ekonomi, jadi tidak nyaman. Namun karena saya masih seorang mahasiswa alias belum berduit, maka saya pun mencari kendaraan dengan tarif yang miring.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, saya seringkali berpikir “jika saya tidak mau bersahabat dengan keadaan, maka seterusnya saya akan merasa sangat tersiksa. Saya tidak boleh seperti ini terus, saya harus berubah!”. Jadilah saya berusaha menikmati masa-masa tidak mengenakan dalam perjuangan (kuliah) ini. Saya berusaha tersenyum, berpikir positif, dan terkadang mengingat-ingat motivasi kawan-kawan seperjuangan; “ayo nis, ayo”. Cara yang ketiga ini terkadang cukup membantu juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian semenjak tahun 2010 di pasar Gebang kabupaten Cirebon yaitu suatu daerah yang biasa dilewati bus yang saya tumpangi, ada proyek pembangunan jalan layang atau yang biasa disebut <em>flyover</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasar Gebang adalah pasar tradisional yang berumur sudah cukup lama. Namun yang sangat disayangkan, komunitas pedagang di pasar ini berlaku kurang baik dan kurang disiplin dalam menjalankan aktivitas berdagang. Mereka tidak berdagang di tempat yang telah disediakan. Atau mungkin memang tempatnya sudah tidak mencukupi lagi untuk menampung jumlah pedagang yang semakin banyak?. Akhirnya mereka berdagang di ruas-ruas jalan, sehingga mengganggu perjalanan yang lewat di daerah tersebut, sungguh menjengkelkan sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itulah pemerintah berusaha merealisasikan berdirinya <em>flyover</em>, agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun pedagang. Jika saya tidak salah lihat, di papan informasi mengenai proyek tersebut tertulis bahwa lama pengerjaan proyek sekitar satu tahun, terhitung dari awal tahun 2010. Hmm.. cukup lama juga, berarti saya harus bersabar untuk mengalami pertambahan kendala dalam perjalanan selama 1 tahun. Wow!</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan normal Tegal-Cirebon ataupun sebaliknya biasa memakan waktu kurang lebih 2 jam. Namun mungkin dengan adanya proyek ini, perjalanan bisa membengkak hingga 3 jam! Subhanallah, pusing, dan melelahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau bagaimanapun Allah SWT adalah Maha Penyayang. Meskipun seperti yang sudah saya ceritakan bahwa perjalanan yang saya alami sangat tidak mengenakn, namun terkadang saya juga mengalami masa-masa indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau mau jujur, sebenarnya tidak hanya penumpang bis saja yang tidak ingin rugi, namun demikian juga halnya para supir dan para awak kendaraan umum. Maka sebagai jalan alternatifnya terkadang kami <!--more-->lewat jalan tol, agar tidak memakan waktu lama. Ada hal negatif juga dalam alternatif yang satu ini; saya tidak suka jika bis yang saya tumpangi meminta uang tambahan Rp 2000 per penumpang. Hu hu, menambah budget saja, jadi membengkak nantinya. Yah, ada fasilitas lebih, maka harus ada biaya lebih juga. Dan saya tidak menyukainya. Perjalanan melewati tol sungguh indah, pemandangan yang kami lihat sejuk di mata, dan tidak ada kata macet, Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di penghujung tahun 2010, saya agak lega karena saya pikir proyek ini hampir selesai. November, Desember, namun jalan layang yang didamba-dambakan oleh banyak orang tidak terlihat juga. Mengapa proyek ini tidak kunjung selesai juga?! ya Rabb, rasanya saya ingin teriak, ingin marah. Mengapa sangat lama sekali? Mengapa perjalanan ini masih terhambat?</p>
<p style="text-align:justify;">Walau demikian, saya lihat pilar-pilar penyangga jalan layang ini beberapa sudah berdiri dengan kokoh. Saya pun tersenyum. Pada akhirnya, saya hanya pasrah kepada Allah SWT, terserah lah nih jalan layang kapan jadinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah di bulan Februari 2011 saya menjalani prosesi wisuda. Kemudian setelah wisuda, saya lumayan cukup lama tinggal di rumah , di kota Tegal. Ketika pada akhirnya saya harus ke kampus lagi untuk suatu keperluan, saya pun menguatkan diri untuk kembali menempuh perjalanan nostalgia, ya apalagi kalau bukan perjalan Tegal-Cirebon. Ha ha</p>
<p style="text-align:justify;">Bus yang saya tumpangi pun mulai memasuki gerbang kabupaten Brebes, kemudian sekitar satu jam masuk ke kabupaten Cirebon. Saya hafal tanda-tanda jika sudah di daerah Gebang. “siap-siap nis”, saya menguatkan diri. Namun MasyaAllah, saya melihat pemandangan yang indah ketika bus hampir memasuki daerah pasar Gebang. Ternyata, Jalan Layang Gebang sudah jadi saudara-saudara. Bagus.., haduh, betapa senangnya hatiku. Beberapa penumpang yang mungkin juga seperti saya yang baru pertama kali melihat jalan layang Gebang, celingukan melongok pemandangan di kanan kiri bagus. Semua orang berdecak kagum. Wah kalo seperti ini sih, sepertinya saya jadi agak suka untuk menempuh perjalanan Tegal-Cirebon ataupun sebaliknya.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=392&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/04/03/hiiy-jalan-layang-gebang-cirebon-udh-jd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>;) thanks God</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/thanks-god/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/thanks-god/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 13:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahirabil &#8216;alamiin, aku masih punya orang tua berbuat baiklah kepada keduanya, sebelum terlambat!.. Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin, y Allah, inikah nikmatMU yang Kau berikan kepada hamba? nikmat mengerti Islam? atau ini hanya sebuah sindiranMu saja ya Allah? Na&#8217;udzubillahimindzalik &#160; &#160; hei guys!&#8230; today, on 21th  January 2012, aku bisa bikin kue lapis terigu. hduuh, senangnya hatiku. rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=374&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahirabil &#8216;alamiin, aku masih punya orang tua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>berbuat baiklah kepada keduanya, sebelum terlambat!..</p>
<p>Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin, y Allah, inikah nikmatMU yang Kau berikan kepada hamba? nikmat mengerti Islam? atau ini hanya sebuah sindiranMu saja ya Allah? Na&#8217;udzubillahimindzalik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>hei guys!&#8230; today, on 21th  January 2012, aku bisa bikin kue lapis terigu. hduuh, senangnya hatiku. rasanya agak g enak, benyek dan lembek gitu.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=374&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/thanks-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berWiraUsaha?</title>
		<link>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/berwirausaha/</link>
		<comments>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/berwirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 04:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahendwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://j4smine02syadza.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan.. entah kenapa, kok aku tidak begitu percaya ya, dengan keberhasilan dari berwira usaha? aku -selalu- merasa takut gagal. bagiku, berwirausaha adalah aspek yang tidak menentu, dan membutuhkan tenaga yang ekstra, demikian pula inovasi yang tiada henti. Alasan itu pula-lah yang menyebabkan aku selalu mengincar posisi &#8220;pegawai&#8221; untuk mendapatkan uang. Namun sejujurnya di dalam hati-ku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=353&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan.. entah kenapa, kok aku tidak begitu percaya ya, dengan keberhasilan dari berwira usaha? aku -selalu- merasa takut gagal. bagiku, berwirausaha adalah aspek yang tidak menentu, dan membutuhkan tenaga yang ekstra, demikian pula inovasi yang tiada henti.</p>
<p>Alasan itu pula-lah yang menyebabkan aku selalu mengincar posisi &#8220;pegawai&#8221; untuk mendapatkan uang.</p>
<p>Namun sejujurnya di dalam hati-ku ada keinginan untuk berwira usaha, sehingga bisa mandiri, tidak menjadi bawahan orang. namun, lagi-lagi aku takuuuuuuuuuuut &gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; gagal.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/j4smine02syadza.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/j4smine02syadza.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=j4smine02syadza.wordpress.com&amp;blog=4323682&amp;post=353&amp;subd=j4smine02syadza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://j4smine02syadza.wordpress.com/2011/03/28/berwirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdc91e650849c5e433ef675b1e68ef6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahendwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
